Jumat, 18 Maret 2016

A. Definisi Augmentative and alternative communication (AAC) Menurut McCormick & Shane, 1990,Komunikasi alternatif adalah teknik-teknik yang menggantikan komunikasi lisan bagiindividu yang mengalami hambatan dalam bicara atau tidak mampu berkomunikasi melalui bahasalisan.Sedangkan Komunikasi augmentatif adalah kaidah-kaidah danperalatan/media yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dalam kenyataan hidupsehari-hari (Mustonen, Locke, Reice, Solbrack, dan Lingren, 1991). Dalam penelitian ahmad dkk 2009 dikemukakan bahwa Augmentative and alternative communication (AAC) adalah media dan metode serta cara yangdigunakan oleh anak/orang yang mengalami hambatan dalam berkomunikasi agar dapatberkomunikasi dengan baik dan lancar dengan orang di sekitarnya. Sejalan dengan pendapat diatas Sumaiyyah Zakaria (2012) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Augmentative and alternative communication (AAC)adalah istilah yang digunakan untuk semua komunikasi yang tidak percakapan, tetapi digunakan untuk meningkatkan atau untuk menggantikan percakapan. Satu Sistem AAC bermaksud gabungan keseluruhan kaedah yang digunakan untuk komunikasi, sebagai contoh, gerak isyarat, mata menunjuk, vocalizations dan menunjuk simbol. Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Augmentative and alternative communication (AAC) merupakan suatu bentuk komunikasi yang digunakan atau disediakan atau dipakai serta diperuntukkan bagi orang yang tidak bisa berbahasa lisan. B. Komponen-komponen Augmentative and alternative communication (AAC) Augmentative and alternative communication (AAC) memiliki beberapa komponen yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Dalam wikipedia.org dikatakan bahwa Komponen AAC meliputi: (1) Teknik komunikasi; (2) Sistem symbol; dan (3) Kemampuanberkomunikasi. 1. Teknik Komunikasi Teknik komunikasi ada dua macam, yaitu: (1) teknik komunikasi tanpa bantuan;dan (2) dengan bantuan. (Vanderheiden & Lloyd, 1986 dalam Kuder 2003). a. Teknik Komunikasi tanpa bantuan: Teknik ini tidak memerlukan alat bantu dari luar diri anak dan tidak pulamemerlukan prosedur khusus dalam pengunaannya. Teknik ini menggunakan kaidahberbicara, bahasa isyarat, gesture, dan mimik muka.Kelebihan teknik ini adalah tidak perlu alat Bantu, dengan sendirinyamenjadi lebih murah karena tidak memerlukan biaya, dan mudah ditukar ataudipindahkan. Adapun kekurangannya adalah: pertama, tidak inovatif sehinggakomunikasi di masa depan akan menjadi masalah karena bahasa komunikasi itu terusberkembang; kedua, tergantung pada kemampuan ingatan pengguna; ketiga isyaratsebenarnya sulit dipelajari. b. Teknik Komunikasi dengan bantuan Teknik ini memerlukan alat Bantu dan menggunakan prosedur secara rincidalam penggunaannya. Baik alat Bantu ini elektronik maupun non-elektronikmaupun system symbol. Alat bantu ini dari yang sangat sederhana sampai yangpaling canggih, dari papan komunikasi sampai alat bantu bicara sintetik yangmenggunakan komputer. Jadi teknik ini memerlukan obyek fisik yang berupaperalatan bantu komunikasi untuk memudahkan seorang anak berkomunikasi.Kelebihan teknik ini adalah dapat menyampaikan pesan lebih kompleksterhadap kemampuan berbahasa/berkomunikasi bagi pengguna, dan dapat digunakankomunikasi jarak jauh. Adapun kelemahan teknik ini adalah mudah rusak,kehilangan daya (elektronik), perawatan susah, dan lebih mahal. 2. Sistem Simbol Berbagai sistem simbol telah dibuat dari benda asli (benda sebenarnya), berbentukgambar, dan sistem simbol yang abstrak. Sistem simbol yang abstrak antara lain gambaryang mewakili suatu bentuk atau kejadian (picturial representations), ideographs (ideyang ditampilkan melalui simbol grafis), simbol arbitrari (ide dalam bentuk konfigurasigaris arbitrari), dan lexigrams (sibmol visual-grafis secara arbitrari yang merupakanbentuk-bentuk geometrik). Contoh sisem simbols :   3. Kemampuan berkomunikasi Prosedur dan alat bantu AAC telah menyediakan peluang terbaik bagi individuyang tidak mampu berkomunikasi secara lisan/verbal untuk dapat berkomunikasi denganorang lain secara baik. Oleh karena itu porsedur dan alat bantu AAC harus digunakansecara optimal. Untuk dapat mengikuti prosedur dan alat bantu dengan baik ABK perlumendapatkan latihan secara intensif dan berkesinambungan. C. Subjek potensial dalam penggunaan Augmentative and alternative communication (AAC) Dalam penelitian Ayu Yuliani S, NPM (2012) mengemukakan bahwa subjek yang potensial dalam menggunakan Augmentative and alternative communication (AAC) adalah : 1. Down Syndrome 2. Cerebral palsy 3. Tunagrahita Berat 4. Autism 5. Gangguan Komunikasi 6. Gangguan Pendengaran kecuali Tunarungu D. Faktor-faktor dalam memilih Augmentative and alternative communication (AAC) Pemilihan AAC perlu dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikanhambatan komunikasi yang dialami individu. AAC yang dipilih harus dapat diakses olehpengguna secara mudah dan nyaman. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkandalam pemilihan AAC berdasarkan pendapat Ahmad dkk (2009) : 1. Guessability Harus mudah dipahami (diterka) dan mudah dibaca, hal ini memperhatikan tingkatkemiripan dan keterwakilan antara simbol yang digunakan dengan item/obyek yangdiwakili. 2. Learnability AAC harus mudah dipelajari. Hal ini merujuk kepada tingkat kemudahan/kesukaranuntuk mempelajari penggunaan suatu simbol yang dibuat. 3. Generalization Menggambarkan simbol secara umum, sehingga siapapun yang menggunakannyadapat memahami dengan mudah. Dari anak kecil sampai orang dewasa dapat secaraumum memahami simbol tersebut.   Daftar Pustaka Ahmad, dkk. (2009). Media Komunikasi Augmentatif Bagi Anak Autis Spektrum Disorder (ASD. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, hlm 5, 7, 9-10 McCormick & Shane.(1990).Augmentative and alternative communication (AAC) Journal [Online].Tersedia di :http://en.wikipedia.org/wikiAugmentative_and_alternative_communication). Diakses tanggal 23 September 2014 Mustonen, Locke, Reice, Solbrack, dan Lingren. (1991).Augmentative and alternative communication (AAC) Journal [Online].Tersedia di :http://en.wikipedia.org/wikiAugmentative_and_ alternative_communication). Diakses tanggal 23 September 2014 Yuliani, Ayu. (2012).Sistem Komunikasi Augmentatif dan Alternatif untuk Anak-anak dengan Autism Spektrum Disorder (ASD). Jurnal Ilmu Keperawatan, hlm 10 Zakarya, Sumaiyyah.augmentative and alternative communication (ACC) [Online]. Tersedia di http://sumaiyyahzakariaa137439.wordpress.com/augmentative-and-alternative-communication-acc/ . Diakses tanggal 23 September 2014 http://en.wikipedia.org/wiki/Augmentative_and_alternative_communication) diakses tanggal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar